Wednesday, December 31, 2014

KAWAH IJEN



                 


Destinasi  wisata di ujung pulau jawa salah satunya adalah  Kawah Ijen yang berada dalam dua wilayah kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah Ijen berada di atas ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa.


Kawah dengan luas 20 km persegi ini dikelilingi oleh dinding kaldera setinggi 300-500 meter. Selain itu, kandungan asam yang ada pada kawah mendekati angka nol dengan suhu mencapai 200 derajat Celcius.  

Tetapi pada jarak yang amanKawah Ijen tidak berbahaya. Hanya saja, karena kandungan belerangnya yang sangat tinggi, Anda diwajibkan memakai masker untuk kenyamanan saat bernapas. Suhu udara di sekitar tempat wisata ini bisa mencapai angka 2 derajat Celcius, untuk itu jangan lupa membawa pakaian hangat dan tebal.

Di bagian barat kawah terdapat sebuah bendungan atau dam yang dibuat pada zaman Belanda untuk menghindari meluapnya air kawah. Bendungan yang sudah tidak difungsikan ini terbuat dari beton dan bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata di Kawah Ijen, namun jalan untuk menuju ke sana sulit untuk dilewati.

Pemilihan waktu yang tepat untuk berkunjung sangat penting. Penulis berkunjung di penghujung bulan Desember.. Suasana berkabut tebal menyelimuti Kawah ijen sepanjang hari..  memang keindahan Ijen di saat pagi dan Blue fire Si api biru  tidak bisa dinikmati karena kabut tebal.. tetapi di hadapkan suasana yang dingin dan hembusan kabut yang tebal dan aroma belerang yang khas tidak mengurangi tantangan bertualang bersama teman teman menaklukan diri sendiri untuk menikmati keindahan kebesaran Sang Maha Kuasa..


Keindahan  Kawah Ijen
Kawah Hijau Toska
Untuk bisa menikmati keindahan Kawah Ijen, bisa berangkat dari Banyuwangi maupun Bondowoso menuju ke Paltuding, pos akhir di tempat wisata ini. Dari Paltuding, Anda harus mendaki selama kurang lebih 2 – 3  jam untuk sampai ke atas kaldera yang merupakan lokasi terdekat untuk menyaksikan Kawah Ijen. Dari sini, Anda bisa melihat lautan kawah berwarna hijau toska dengan asap yang mengepul. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.
Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Kawah Ijen, sebaiknya Anda mulai berangkat mendaki dari Paltuding sekitar jam 4 subuh dengan perkiraan sampai di atas pada pukul 6-7 pagi. Pada jam ini, Kawah Ijen berada dalam kondisi terbaiknya dan menghasilkan pemandangan yang terindah.
Waktu terbaik untuk berkunjung ketempat  ini adalah pada musim kemarau, yaitu antara bulan Juli – September. Pada bulan-bulan ini, cenderung tidak terjadi hujan sehingga medan atau jalan pendakian relatif aman dan Anda bisa menikmati Kawah Ijen tanpa terguyur hujan atau tertutup kabut tebal.

api biru Kawah Ijen


Jika ingin menyaksikan keindahan yang lebih luar biasa, cobalah mendaki pada dini hari. Kawah Ijen menyimpan sebuah keajaiban lain, di bagian bawah kawah terdapat blue fire atau api biru yang menjadi keunikan lain dari tempat wisata ini. Api biru ini berasal dari cairan belerang yang nantinya mengering dan menjadi bahan tambang warga setempat. Api biru hanya bisa dilihat saat suasana sekitar masih gelap.


Penambangan Belerang
Di Indonesia, hanya terdapat dua lokasi penambangan belerang tradisional yaitu di Welirang dan di Kawah Ijen. Proses penambangan di sini masih sangat sederhana dan tidak menggunakan alat canggih. Penambang akan turun mendekati kawah untuk mengambil batangan belerang yang telah mengering dengan alat sederhana dan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.
Bongkahan belerang yang telah membeku dipotong dengan menggunakan linggis untuk kemudian diangkut menggunakan keranjang yang dipikul di pundak. Berat beban yang pikul penambang bisa mencapai 80-100 kg dan mereka harus membawanya berjalan sejauh 3 km ke tempat pengumpulan belerang. Karena alasan keselamatan, setiap penambang hanya




Sumber :

No comments:

Post a Comment